Legenda Batu Menangis
Diterbitkan Pada 01/Juli/2019. 13.56
Oleh : Cindy Fatika Sari
Di sebuah hutan yang jauh dari desa pedalaman kalimantan. hiduplah seorang janda tua bersama satu anaknya yang memiliki paras yang cantik tetapi anak itu memiliki perilaku yang sangat buruk, ia sama sekali tidak mau membantu ibunya dalam bekerja dan ia hanya sibuk mempercantik dirinya. Selai pemalas ia juga manja apapun permintaannya harus dipenuhi tanpa memikirkan keadaan ibunya dan perekonomian mereka yang tidak berkecukupan.
Suatu ketika ibunya mengajak anak itu ke desa untuk berbelanja. Letak desa dari rumah merkea memang sangat jauh, perjalanan yang begitu melelahkan bagi mereka, anak itu memakai pakaian yang bagus ia berdandan agar dilihat oleh orang-orang , sedangkan ibunya berjalan dibelakangnya menggunakan pakaian yang sangat kumuh dan membawa keranjang. Mereka tak tampak seperti ibu dan anak.
Sesampainya didesa orang-orang sekitar langsung melihat kearah mereka untuk melihat dan mengagumi kecantikan anak itu terutama para pemuda desa. Banyak orang yang bertanya siapa kah ornag tua yang berjalan dibelakangnya. Hingga akhirnya ada seseorang pemuda yang bertanya “hai, siapa ornag tua yang berjalan dibelakangmu itu? Apakah ibumu?” “bukan” ia menjawab dengan sombongnya kemudian mereka harus berjalan tiba-tiba ada seseorang pemuda lagi bertanya
“hai cantik, apakah dia ibumu?” ia menjawab “bukan, ia adalah pembantuku” gadis itu selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan jawaban yang sama.
Mendengar perkataan anaknya itu perempuan tua itu masih cukup sabar dan menahan diri tetapi anak itu terus tidak menganggap ibunya, batas kesabaran perempuan itu pun habis dan perempuan itu berdoa “ Ya Tuhan, saya sudah tidak mampu menerima perlawanan anak saya terhadap saya, ya Tuhan hukum anak durhaka ini” dan sekira anak itu berubah menjadi batu dan menangis memohon ampunan dari ibunya tetapi permohonan itu sudah terlambat dan anak itu menjadi batu yang mengeluarkan airmata. Dan itulah dia asal usul batu menangis dari kalimantan.
Komentar
Posting Komentar