KERAJAAN SINTANG
Lokasi awal Kerajaan Sintang yang sebelumnya berupa Panembahan yg berdiri sejak awal abad ke-4 M terletak di desa Tebelian Nanga Sepauk yang berjarak sekitar 50 Km dari kota Sintang saat ini. bukti sejarah berdirinya kerajaan ini dapat di telusuri melalui sejumlah benda peninggalan sejarah antara lain ditemukan batu Lingga yang begambar Mahadewa dan arca Nandi di dusun Batu Belian desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk. Tidak jauh dari lokasi batu Lingga tersebut terdapat makam Aji Melayu (nama tokoh) yang merupakan nenek moyang raja-raja atau sultan-sultan di Kesultanan Sintang.
Nama “Kerajaan Sintang” mulai dikenal setelah Abad ke-13, Demong Irawan (Jubair Irawan 1) memindahkan pusat kerajaan ke daerah bernama Senentang (persimpangan) yang terletak di pertemuan antara sungai Kapuas dan sungai Melawi. Nama "Senentang" lambat laun dikenal dengan sebutan Sintang. Luas wilayah Kerajaan Sintang pada masa pemerintahan Demong Irawan mencakup kecamatan Sepauk dan kecamatan Tempunak.
Abang Tembilang (Abang Pencin) merupakan nama penguasa terakhir kerajaan Hindu atau kaharingan di Sintang. Ia juga merupakan raja yang menganut Islam pertama kali di Sintang. Masa pemerintahan Abang Tembilang dapat dikatakan sebagai babak baru masa Kesultanan Islam. Sepeninggalnya Abang Tembilang kerajaan Sintang di wariskan ke putranya yaitu Abang Tunggal dan sebelum meninggal Abang Tunggal mewariskan Tahtanya kepada Abang Nata.
Kerajaan Sintang mengalami perubahan menjadi kerajaan bernuansa Islam sejak pemerintahan Sri Paduka Tuanku Sultan Nata Muhammad Syamsudin Sa’adul Khairi Waddin. Beliau merupakan pemimpin pertama di Sintang yang menggunakan gelar Sultan. Pada masa pemerintahannya terdapat beberapa keputusan penting terkait dengan Kesultanan Sintang yang ditetapkan yaitu:
Di tetapkannya Sintang sebagai wilayah Kesultanan Islam, pemimpin Kesultanan Sintang bergelar Sultan dan di susunnya undang-undang kesultanan Sintang yang di tulis oleh tangannya sendiri dengan mengunakan huruf berbahasa Arab.
Bina Desa Nasional 2023 Sukses terlaksana di Kabupaten
Sintang
Pembukaan kegiatan Bina Desa Nasional 2023 yang dilangsungkan di Desa Kunyai,
Balai Desa Kunyai, yang dihadiri oleh beberapa warga dan dilangsungkan secara formal,
adapun yang memberikan kata sambutan ialah dari, Melania Merchyka Olivia (Ketua
Panitia Kegiatan), Bernardinus Tagaptiam Gudag (Presiden Mahasiswa Faperta
Untan), Kepala Desa Kunyai, Kepala Kecamatan Sui Tebelian, Kodim Sintang yang
diwakili oleh Babinsa, dihadiri juga perwakilan dari Dinas Pertanian dan
Perkebunan Kabupaten Sintang,Armiyarsih, perwakilan dari Kompas (Komunitas
Petani Milenial Sintang) Andien Ibnu Afdolis selaku Ketua Kompas dan Limbai
selaku Petani Inspiratif yang penuh pengalaman luarbiasa dibidang Pertanian.
Dengan terlaksananya kegiatan Bina Desa ini Presiden Mahasiswa Faperta Untan,
Kerap disapa Tagap berharap ketika kita hadir, bagaimana anak muda itu tidak
memandang pertanian itu sebelah mata, bukti nyatanya ada seorang mantan kepala
desa terbaik dibidang administrasi desa bidang kelola keuangan, beliau berhenti
menjadi kepala desa, untuk bertani diusia 47 tahun.
"Besarnya peluang pertanian dengan hadirnya kita melalui kegiatan tersebut
supaya teman-teman di Kabupaten Sintang agar tidak memandang pertanian sebelah
mata, apa yang harus mereka lakukan. Ketika kita dekat bersama mereka untuk
dengan agenda pesta rakyat, sosialisasi pertanian, dan memberikan ilmu dengan
pelatihan pembuatan pupuk kompos, itu hal yang positif untuk masyarakat
Desa Kunyai. Disaat anak muda tamat SMA, bingung milih jurusan kuliah, maka
orang tuanya menyarankan masuk pertanian karena anak muda di Sintang memiliki
peluang yang tinggi, dengan harapan meningkatkan pertanian lebih maju beserta
keterlibatan anak muda di pertanian meningkat baik di Desa Kunyai dan
Kalimantan Barat Umumnya." Ujarnya. (Desa Kunyai, 11/07/2023)
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari Tankos Kelapa Sawit
Kegiatan ini dilakukan di siang hari dengan pemateri pelatihan dari Bu Armiyarsih
dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab Sintang dibantu oleh Pak Andien Ibnu
selaku Ketua Kompas dan Pak Limbai petani inspiratif dan berpengalaman, setelah
sosialisasi pertanian terpadu dihari sebelumnya, pelatihan langsung ke lapangan
akan lebih menambah wawasan warga desa dan pelatihan pupuk kompos dari
bahan-bahan alami akan lebih menjaga lingkungan, sebelum praktik langsung
pembuatan pupuk kompos, dilakukan briefing sebentar dengan materi singkat agar
kegiatan pelatihan bisa berjalan lebih baik.(13/07/2023)
Pada Tanggal 14 Juli 2023
Berkunjung dan Berdialog Santai di Rumah Kopi pak Bupati Kab Sintang, bersama
Pak Jarot Winarno:
Kesempatan yang langka
dan luarbiasa ini adalah pengalaman dan inspirasi yang berkesan bagi
masing-masing dari kami, kami dapat berkunjung ke Rumah Kopi milik beliau, kami
disambut hangat dan dapat mengunjungi kebun kopi milik beliau, ke sawah dan
dapat melihat hewan peliharaan beliau, yaitu rusa yang beliau rawat dengan
sangat baik dan telaten, sembari mengunjungi kebun kopi dan sawah yang ada,
banyak hal dan pengalaman yang bisa kami dapatkan dari kebun dan sawah tersebut
dan kami berkesempatan juga mencicipi buah kopi dari pohonnya secara langsung.
Setelah mengunjungi kebun
kopi dan sawah, kami sebagai mahasiswa Universitas Tanjungpura dan salah
satunya dari Universitas Panca Bakti (Sabaratu) yang berkesempatan bertemu
langsung dan berdialog santai bersama Pak Jarot Winarno selaku Bupati Sintang,
kemudian kami berdialog santai dengan beliau membahas mengenai semangat beliau
dalam membangun Sintang yang lestari dan kecintaan beliau pada alam dan kebun
kopi, banyak hal yang beliau bangun untuk masa depan Sintang yang lebih baik,
namun beliau pun sangat mengharapkan partisipasi dan antusiasme dari kaum
milenial Sintang untuk turut memajukan Sintang yang lestari, adapun pesan
beliau untuk semangat anak muda ialah:
Yakin, Nyali, Fokus,
Bantai!
Yakin yang berarti
didalam memulai suatu hal, perlu keyakinan yang utuh dan komitmen yang tinggi
hingga tujuan tersebut dapat tercapai.
Nyali, didalam mencapai
tujuan tersebut, harus tetap berani dalam menjalaninya dan pantang menyerah,
nyali yang tinggi akan memberikan dampak yang positif bagi diri untuk mencapai
tujuan yang baik pula.
Fokus, seringkali didalam
mencapai suatu tujuan, banyak gangguan dan hal yang memberi rasa gelisah, namun
beliau menekankan bahwa fokus pada proses yang ada dan capailah hasil yang
seharusnya kalian dapatkan.
Bantai, dengan semangat
muda yang terus hidup, maka kata "bantai" adalah hal dimana bahwa
harus pantang menyerah, mampu mengambil resiko, mampu bertanggung jawab dan
melawan segala rasa ego dan gengsi dalam mencapai tujuan.
Kesempatan luarbiasa ini juga sangat kami hargai, kami disambut dengan baik, dapat juga merasakan hasil kebun kopi robusta yang diolah langsung dari beliau yang disuguhkan bagi kami dan kami adalah salah satu dari banyak anak muda yang dapat berdialog santai dengan beliau, sungguh kesempatan yang luarbiasa dan bermakna. (Sintang,14/07/2023).




Komentar
Posting Komentar